Solo Balapan - Bandung Stasiun Hall

Sempat dikenal dengan nama KA Pajajaran/ Senja Mataram. Produk ini diluncurkan pertama kali pada tanggal 11 Maret 1992 melayani pemerjalanan koridor Yogyakarta – Bandung dan sejak tanggal 1 September 1992 diperluas layanannya untuk melayani pemerjalanan koridor Solo – Bandung.

Untuk meningkatkan pelayanan dan lebih mendekatkan kepada pelanggan, pada tanggal 2 Mei 2000 dilakukan peremajaan rangkaian KA Pajajaran/ Senja Mataram dan diganti namanya menjadi KA Lodaya. Nama Lodaya diambil dari cerita rakyat Tatar Sunda yangkin Macan Lodaya yang merupakan penjelmaan dari Prabu Siliwangi ketika berhadapan dengan Prabu Kian Santang.

Kereta api ini menawarkan alternative perjalanan pada malam hari dari arah Solo menuju Bandung dan pada siang hari dari arah sebaliknya, sehingga tepat saat adzan subuh berkumandang di sejumlah mesjid pada saat itulah KA Lodaya memasuki Kota Bandung.

Dalam perjalanan Bandung – Solo pada siang hari pemerjalan dapat menikmati indahnya panorama Bumi Parahyangan Bagian Timur. Perjalanan sejauh 447 km ini ditempuh dalam waktu 8 jam 30 menit dan hanya berhenti di Stasiun Tasikmalaya, Banjar, Kutoarjo, Yogyakarta dan Klaten.

Nama Unik
Kata Sandi
[ Registrasi | Lupa Sandi ]
Pramu Gerai

GTalk
ponggawa [at] gerainiaga [dot] com
s [at] gerainiaga [dot] com
Twitter
AfiliasiTentang

© 2011 - 2017 gerainiaga.co.id

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 5.x.x dan Resolusi 1280 x 1024 Pixels